18 December 2017

PELAJARAN MENULIS DARI ANDREA HIRATA (Bagian 2)


Andrea dan novel terbarunya Sirkus Pohon

Menulis tentang fenomena Laskar Pelangi dan Andrea Hirata, seolah tak cukup kata untuk menceritakan dan menggali sosok cerdas dari Belitong ini. Berkat Laskar Pelangi, nama Belitong yang tak punya stok sastrawan besar menjadi dikenal tidak hanya di tanah air namun hingga mancanegara. Banyak pengunjung yang datang langsung dan ingin merasakan pengalaman yang dirasakan oleh tokoh – tokoh Laskar Pelangi hingga bertemu langsung dengan tokoh – tokoh tersebut. Belitong pun disebut Negeri Laskar Pelangi dan keindahan alamnya yang begitu mempesona pun terangkat berkat Laskar Pelangi.


Kesuksesan Laskar Pelangi tidak hanya berhenti hingga di penjualan buku dan Andrea Hirata yang banyak diundang sebagai pembicara dan motivator di berbagai acara dengan bayaran yang belum pernah dicapai oleh seorang penulis buku di tanah air yaitu 50 juta rupiah sebagai pembicara dalam acara bertajuk “Bincang Sastra” di Sumbawa pada 4 Agustus 2008 sebagai bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun emas Kabupaten Sumbawa. Sebagai perbandingan, di negeri ini, sastrawan untuk sekali menjadi pembicara dihargai paling tinggi sekitar 7 jutaan. Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor pun diangkat ke layar lebar dan Laskar Pelangi The Movie, ditonton oleh 4.719.453 selama masa tayang di bioskopnya! Dan mencatatkan Laskar Pelangi ke dalam daftar film tanah air yang terbanyak ditonton.

Honor puluhan juta, royalti milyaran dan berbagai penghargaan lain bukanlah merupakan tujuan Andrea ketika mulai menulis tetralogi Laskar Pelangi. Dedikasi dan rasa terima kasih yang begitu besar terhadap sosok sang Guru-lah yang membangkitkan jiwa penulis Andrea dari seorang anak kampung yang tak dikenal namun berhasil menempuh pendidikan hingga Strata 2 di Perancis menjadi seorang penulis besar yang mampu menggoncangkan peta sastra tanah air. 

Dalam artikel lanjutan ini, kita kulik kembali pelajaran menulis dari Andrea Hirata.
#Pelajaran 3 “Tema yang Tidak Biasa”
            Tema yang diangkat Andrea yang berangkat dari memori yang dimilikinya merupakan tema yang tidak biasa dan biasanya tidak menarik untuk disajikan. Minimnya tema cinta antara pria wanita biasanya akan sulit diterima namun Andrea berhasil mematahkan stigma ini. Itu semua tentu tak luput dari cara bercerita unik yang dimiliki oleh Andrea. Jadi, jika kamu mau menulis sesuatu yang mencuri perhatian sejak pertama kali bukumu dikirimkan ke penerbit, pilihlah tema yang tidak biasa.

#Pelajaran 4 “Berani Bermimpi”
            Bestseller, menjadi penulis fenomenal bukan hanya milik penulis senior dengan jam terbang tinggi. Kita – kita yang merupakan penulis pemula pun punya peluang yang sama untuk menciptakan masterpiece yang bisa jadi akan menjadi sebuah legenda. Jadi jangan takut bermimpi dan wujudkan mimpi itu jadi nyata dengan mulai menulis karyamu sendiri.

#Pelajaran 5 “Penokohan yang Bisa Menjadi Role Model
            Unsur penting dalam sebuah novel adalah penokohan. Dalam novelnya, Andrea memang sudah mempunyai tokoh dan Andrea kemudian menata porsi dari tiap tokohnya tersebut. Dan novel – novel Andrea berhasil mengangkat tiap tokohnya menjadi role model sekaligus mewakili kaum yang terpinggirkan atau dengan kata lain “under dog” . Nyatanya penokohan semacam ini disukai dan diterima oleh banyak kalangan di negeri dengan minat baca yang memprihatinkan ini.
Kita pun bisa menulis novel dengan tokoh yang bisa menjadi role model. Tidak harus dibuat memprihatinkan nasibnya, tetapi bisa mewakili karakter sebagian besar anak bangsa dan tentunya realistis walaupun novel kita tersebut adalah jenis fiksi.    

#Pelajaran 6 “Menulis dengan Perasaan”
Setelah melakukan riset dan membangkitkan memoar dengan mudik beberapa kali ke kampung halamannya, Andrea kemudian menuangkan kepingan – kepingan diari yang tersusun apik di otaknya ke dalam sebuah novel setebal 600 halaman dalam waktu tiga pekan saja! Setiap malam Andrea menulis dan buku yang mulanya tidak diniatkan untuk diterbitkan, akhirnya setelah dikirimkan diam – diam oleh seorang rekan Andrea, menjadi bestseller  yang tidak pernah terbayangkan di benak seorang Andrea Hirata.
Persiapan dan riset mengambil porsi yang besar dalam karya – karya Andrea Hirata. Sehingga setelah semua siap dan dipetakan ke dalam otak, menulis dilakukan seolah dengan mencurahkan isi kepala ke dalam kertas. Bahkan tangan yang mengetik seolah kalah cepat dengan isi otak yang berlompatan berebut keluar. Inilah yang disebut menulis dengan perasaan. Dan menulis dengan perasaan juga menghadirkan rasa ke dalam kalimat, sehingga buku menjadi benda yang hidup lewat keajaiban kalimat – kalimatnya. Buku hidup nan bergizi yang mengandung rasa terlihat jelas dalam kalimat – kalimatnya. Jika kamu bisa tertawa ketika tokoh dalam cerita yang kamu baca bahagia dan ikut sedih ketika tokoh dalam ceritamu menderita, artinya buku itu telah menjadi buku yang berperasaan yang ditulis dengan rasa oleh penulisnya.

#Pelajaran 7 “Penulisan (Gaya Bahasa) yang Berbeda”
            Setiap penulis memiliki gaya penulisan yang membedakannya dengan penulis lain. Namun sayangnya ada kecenderungan jika kita membaca suatu karya sastra dengan mendalam dan detil, kemudian menulis tulisan kita sendiri, kita akan mengikuti gaya bahasa dari sang penulis. Untuk menghindari hal ini, bacalah berbagai jenis buku dan perkaya perbendaharaan kata dan diksimu sekaligus wawasan yang akan kamu sajikan pada tulisanmu.
            Andrea memiliki gaya bahasa dan penulisan yang berbeda dan unik. Ini membuat karyanya mudah dikenali dan sukar ditiru. Gaya bahasa ini juga lahir dari keilmuan dan pengalaman hidup yang dimilikinya. Untuk memiliki gaya bahasa berbeda yang khas milikmu sendiri, lepaskan dirimu dari semua gaya bahasa penceritaan yang ada dan mengembaralah di ruang tulismu sendiri sehingga kamu akan melahirkan suatu ciri khas yang bernilai dan mampu membuat dirimu dikenali lewat tulisanmu.

#Pelajaran 8 “Inspiratif”
            Membuat sebuah tulisan yang inspiratif membutuhkan banyak faktor. Butuh hasil nyata yang terlihat agar mampu menginspirasi orang lain. Hasil dari proses akan terlihat nyata ketimbang proses itu sendiri. Karya – karya Andrea berhasil menampilkan hal tersebut. Andrea menampilkan sebuah capaian yang luar biasa dan mampu meramu cerita tentang proses mencapai titik keberhasilan tersebut dalam novel – novelnya tanpa kesan menggurui. Andrea menginspirasi lewat hal sederhana namun luar biasa efeknya. Ini yang menjadi kekuatan dari karya – karyanya yang hingga hari ini tetap mampu menghadirkan inspirasi bagi jutaan orang yang sedang berjuang untuk mengubah nasibnya menjadi lebih baik lagi terutama lewat pendidikan.
            Ketika kamu menulis masterpiece-mu sendiri,   selalu masukkan hal – hal inspiratif walaupun itu bukan tentang dirimu. Ada banyak sosok inspiratif di luar sana dan tugas kita sebagai penulis adalah meramu kisah hidup sang tokoh inspiratif tersebut agar bisa menginspirasi para pejuang – pejuang kehidupan.

Efek berantai dan majemuk karya – karya Andrea tidak hanya melejitkan nama Andrea namun ada efek besar yang luar biasa dari semua itu. Dunia pendidikan tanah air seolah tersentak dengan hadirnya novel – novel Andrea Hirata. Belitong yang semula lebih dikenal dengan tambang timahnya, kini juga dikenal karena aspek lainnya, seperti masyarakatnya yang unik dan keindahan alamnya yang mempesona. Di berbagai belahan dunia yang tersentuh dengan karya – karya Andrea juga bisa jadi merasakan efek dahsyat ini.
Jadi, mari menulis masterpiece-mu dan jadilah bagian dari penghasil karya – karya inspiratif nan fenomenal untuk kebangkitan tidak hanya minat baca di negeri ini namun juga kualitas generasi bangsa ini.

Risa Mutia

Sumber :
Sebagian dari artikel ini dari buku Laskar pelangi The Phenomenon karya Asrori S. Karni

No comments:

Post a Comment