23 November 2016

5 TIPS MENULIS NOVEL DEWASA

5 tips menulis novel dewasa
Setelah sebelumnya kita membincang tentang tips menulis novel remaja, kali ini kita akan ngobrolin tentang novel dewasa. Novel dewasa adalah sebuah karangan naratif dengan jalan cerita dan tokoh – tokoh yang cukup rumit sehingga membutuhkan tingkat pemahaman dan logika berpikir yang hanya dimiliki oleh pembaca dewasa (di atas usia 20 tahunan). 


Sedangkan chicklit adalah sebuah karangan fiksi postfeminis yang  berdasarkan pengalaman–pengalaman perempuan berusia 20 – 30 tahunan di kota metropolitan, tokoh utamanya adalah wanita dengan berbagai masalah dan konflik yang mereka hadapi, serta memuat porsi romansa yang lumayan besar. Seringkali chicklit ini adalah terjemahan.  Ada lagi istilah novel metropop, yaitu novel sejenis chicklit namun ditulis oleh penulis – penulis lokal tanah air. Yang ingin kita bahas di sini adalah novel dewasa secara umum, dengan berbagai genre yang memang ditujukan untuk segmen pembaca dewasa.

Peminat novel genre ini tentu sangat luas, karena rata – rata peminat novel berada pada rentang usia dewasa yaitu sekitar 20 tahunan ke atas. Beberapa contoh novel dewasa dengan berbagai genre di antaranya adalah The Da Vinci Code (Dan Brown), Taj Mahal (John Shors), The Notebook (Nicholas Sparks), Ayat – Ayat Cinta (Habiburrahman El Shirazy), A Miracle of Touch (Riawani Elyta), A Cup of Tarapuccino (Riawani Elyta dan Rika Y. Sari) dan The Name of The Rose (Umberto Eco) hingga The Chamber (John Grisham). Novel – novel dengan segmen pembaca ini banyak yang menjadi bestseller bahkan setelah bertahun – tahun dari tahun penerbitan pertamanya dan banyak juga yang diangkat ke layar lebar.

Kamu tertarik menjadi salah satu penulis novel dewasa bestseller tanah air ? Yuk simak tips-tips ala Smartwriter berikut ini :
      1.      Tetapkan genre dari novel kamu
Genre di sini bisa genre tunggal seperti novel sains, sejarah, inspiratif, bisa juga genre campuran. Misalnya komedi romantis, horor misteri, sejarah inspiratif atau genre-genre lainnya. 

       2.      Buatlah kerangka dari novel kamu
Kerangka meliputi unsur intrinsik dari sebuah novel yaitu : tema, amanat, tokoh, alur / plot, latar, sudut pandang dan gaya bahasa. Buatlah secara rinci dan sistematis, sedangkan proses kreatif digunakan pada saat mengembangkan unsur – unsur intrinsik tersebut. Kerangka awal ini juga berguna sebagai panduan pada saat mengerjakan novel. Kita bahas satu per satu yuk :

Tema : berhubungan dengan genre, merupakan pengembangan dari genre.
Misalnya dalam novel Blindness karya Jose Saramago (asal Portugis), peraih Nobel Sastra 1998,  yang telah menjadi bestseller internasional dan dijual di 42 negara. Tema yang diangkat dalam novel ini adalah  kemanusiaan dan masalah yang menyentil sifat-sifat dasar manusia.  

Penokohan : penokohan haruslah detil, walaupun tanpa nama seperti pada novel Blindness, setiap tokoh harus memiliki sifat dan ciri khas tersendiri. Selain hal – hal tersebut, hubungan antar tokoh pun harus jelas karena itu menentukan bagaimana mereka terhubung dalam sebuah rangkaian cerita.

Alur : alur yang digunakan bisa alur maju, alur mundur atau alur maju mundur. Alur ini berhubungan dengan setting waktu. Setting waktu ini juga menentukan bagaimana setting tempat dan kehidupan yang melatarbelakangi kisah tokoh di dalam novel. Misalnya, kita memilih setting cerita di suatu masa, maka teknologi, nilai budaya, cara hidup tentunya menyesuaikan dengan kondisi di masa tersebut. Jadi, eksplorasi dan riset untuk setting waktu yang menentukan hal – hal yang mengikutinya haruslah sesuai dan detil.

Sudut pandang : Ini berhubungan dengan pemilihan sudut penceritaan apakah sebagai orang pertama atau orang ketiga. Orang pertama terlibat sebagai pelaku utama sedangkan pada sudut pandang orang ketiga, penulis bertindak sebagai narator yang menceritakan isi novel dari sudut pandang orang di luar jalan cerita.

Gaya bahasa : gaya bahasa adalah penggunaan bahasa saat terjadi dialog, prolog, monolog dan epilog. Novel dewasa terkadang mengusung gaya bahasa sastra, memuat kiasan, tidak tersurat bahkan kadang memuat interprestasi ganda. Banyak-banyaklah membaca karya sastra untuk melatih gaya bahasa yang tinggi terutama untuk novel dengan muatan sastra yang padat.
Namun lebih banyak novel dewasa masa kini yang menggunakan gaya bahasa populer, contohnya untuk novel metropop dan romance.

Amanat : berhubungan dengan pesan utama dan tujuan penulisan novel. Tentukan dengan jelas tujuan penulisan novel ini. Misalnya, dalam novel A Cup of Tarapuccino, amanat novel ini adalah agar bagaimanapun sulitnya kehidupan, tetaplah memegang prinsip untuk tetap mempertahankan kebaikan, dan akhir cerita yang walaupun sedikit menggantung namun tetap berakhir indah bagi tokoh utama yang mempertahankan prinsip tersebut.
   
       3.      Buatlah cerita yang kuat
Jika kita memilih genre non fantasi, buatlah cerita yang serealistis mungkin, hampir mendekati kenyataan. Hal ini karena dunia pembaca dewasa lebih menyukai hal-hal yang berbau realistis alih-alih khayalan semata, namun jika memilih genre fantasi, buatlah sefantasi mungkin, jadi perlu eksplorasi dan riset yang jauh lebih banyak untuk membuat cerita sedetil mungkin.

      4.      Buatlah jalinan cerita yang rumit untuk menantang logika berpikir pembaca
Ini saatnya untuk mengembangkan logika dan kecerdasan kita sedalam-dalamnya. Ketika kita membuat cerita anak dan remaja, banyak batasan yang harus disesuaikan dengan nalar berpikir anak dan remaja, maka ketika kita membuat novel untuk genre dewasa, maka kita dibolehkan membuat jalinan cerita yang kompleks dengan alur yang rumit, penuh ide - ide yang belum pernah terpikirkan oleh penulis sebelum kita, namun tetap memegang etika dan moral yang tinggi agar tak terjebak ke dalam cerita vulgar yang bisa merusak keindahan sastra yang sudah terbangun.

       5.      Review dan re-check  
Tahap akhir dari seluruh penulisan novel adalah mereview dan mere-check keseluruhan  isi novel. Kamu bisa juga meminta orang lain untuk membaca novelmu sebelum mengirimkannya ke penerbit  dan memberi masukan untuk hasil akhir yang lebih baik.

Bagaimanapun kerennya sebuah ide, dia akan tetap tinggal sebagai ide belaka selama belum dituangkan menjadi sebuah karya (novel). Banyak hal indah yang layak untuk diceritakan di luar sana. So, mari ikut ambil bagian menjadi salah satu penulis novel dewasa dengan karya – karya brilian yang tak terlupakan.

Mari menulis. 

Riawani Elyta
Risa Mutia

1 comment: