12 September 2016

7 TIPS MENULIS NOVEL / CERITA KOMEDI

7 TIPS MENULIS NOVEL / CERITA KOMEDI
Komedi, adalah salah satu genre yang cukup sulit untuk ditulis. Mengapa ? Karena ukuran lucu tiap orang berbeda (relatif), yang lucu bagi orang tertentu belum tentu lucu bagi orang lain. Ukuran sebuah novel / cerita komedi dianggap berhasil, jika pembacanya mulai dari halaman awal hingga akhir hampir sangat sering tertawa, minimal tersenyum sendiri. Syukur-syukur bisa terus senyum-senyum sendiri atau tetap ketawa ngakak pas menceritakan kelucuan cerita dalam novel tersebut kepada orang lain. 


Sama seperti menguap, kelucuan juga bisa ditularkan. Jadi untuk memulai menulis novel / cerita komedi, mulailah mencari apa yang terasa lucu bagi kita dulu. Siapa tahu ukuran lucu kita bisa diterima oleh orang banyak. Siapa tahu pula bisa menghibur hati yang sedang lara, mengobati luka hati yang menganga.

Level lucu itu sendiri bertingkat-tingkat. Diawali dengan senyum simpul, senyum lebar, tertawa tanpa menampakkan gigi, tertawa sambil memamerkan gigi, tertawa ngakak, tertawa sambil menangis alias mengeluarkan airmata hingga tertawa berguling-guling sebagai bentuk yang paling absurd alias sudah mencapai lucu tingkat dewa. Nah, sense of humor adalah sebuah anugerah yang bisa diasah dengan menulis genre ini. Untungnya lagi, masih sedikit master” yang berkecimpung dan sukses di genre ini.

Raditya Dika, adalah salah satu penulis komedi sekaligus komika. Beberapa bukunya dalam bentuk personal literature komedi masuk ke dalam jajaran cerita komedi  yang disukai banyak orang hingga mencatatkan follower di twitternya hingga 11 juta. Wow! Diantara buku-buku best-sellernya berjudul Kambing Jantan, Marmut Merah Jambu, Radikus Makan Kakus, Koala Kumal, Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, dan lain-lain.

Selain deretan karya Raditya Dika, juga ada My Stupid Boss karya Chaos@work yang diadaptasi ke layar lebar, Ngenest, Jomblo, DO Drop Out, Gue Bukan OB Lagi dan novel komedi legendaris karya Hilman, Lupus The Series yang awalnya dimuat sepekan sekali di majalah Hai sekitar  tahun 1986. Bahkan karena banyak peminatnya, sampai dibuat kisah sang adik, Lulu The Series. Lupus sendiri banyak menginspirasi gaya penulisan novel komedi di Indonesia bahkan hingga hari ini.

        Jadi, jangan ragu mencatatkan diri kita ke deretan penulis novel / cerita komedi selanjutnya ya. Gimana caranya. pantengin dech tips-tips berikut :

    1. Rajin-rajin mengasah sense of humor dengan membaca novel komedi, menonton serial/film/tayangan komedi juga berinteraksi dengan orang/komunitas yang suka humor. Humor dan komedi adalah sense yang bisa dimiliki secara alami namun bisa juga diasah. Kenali gaya humor yang kita sukai dan disukai banyak orang dan padukan untuk bisa menghasilkan dan mengetahui jenis lelucon apa yang disukai banyak orang.
Sebagai referensi  untuk tayangan TV, ada  sitkom OB (dulu tayang di RCTI), OK Jek di NET TV, serial Friends yang tayang selama 10 tahun berturut-turut (juga di RCTI). Tetangga Masa Gitu, atau kita juga bisa nonton stand up comedy yang sekarang lagi booming di berbagai stasiun TV.

     2.      Novel komedi paling sering dipadukan dengan genre romantis. Jadi, tetap selipkan unsur romance di dalam novel / ceritamu ya, tapi jangan pernah terjebak untuk menyentil area seksualitas apalagi mengandalkan hal tersebut untuk memancing tawa. Tetaplah jadi penulis bermoral.
  
     3.      Komedi bisa dijadikan sarana halus untuk menyuarakan permasalahan yang menjadi kegelisahan banyak orang. Jika ingin menjadi penulis di bidang ini, suarakan dengan baik dan jangan sampai ada pihak yang tersinggung, cukup tersentil saja.

     4.      Komedi seringkali lahir dari peristiwa sehari-hari bahkan penulis komedi yang pintar bisa memparodikan hal yang terlihat tidak lucu. Misalnya kesialan beruntun yang dialami penulis sendiri. Andrea Hirata termasuk penulis cerdas yang bisa memadukan antara kisah hidup yang cenderung melankolis dengan penyampaian yang lucu.
 
     5.      Menggali ide dari sebuah novel komedi bisa dikatakan susah-susah gampang. Tidak perlu riset khusus apalagi mendalam namun keluasan imajinasi digabungkan kejelian memandang banyak hal dari sudut pandang komedi adalah sebuah ide yang bisa dikembangkan ke dalam sebuah novel komedi.

      6.      Gunakan gaya bahasa santai, mengalir namun cerdas
Dalam novel komedi, gaya bahasa dan dialog cenderung santai. EYD terutama untuk penggunaan kata panggilan cenderung di luar kaidah misalnya penggunaan gue, elu dsb. Namun hindari umpatan, bahasa kasar dan sarkasme dalam novel komedi. Penulis yang cerdas dan memiliki sense of humor yang tinggi tidak akan terjebak untuk menggunakan umpatan di dalam novelnya.

      7.      Cobalah peruntungan dengan mengirim karya kita ke forum-forum yang banyak dibaca orang termasuk meminta pendapat orang dengan membaca tulisan kita sebelum dikirimkan ke penerbit.

Menulis sebuah novel komedi merupakan tantangan yang sangat menarik untuk ditaklukkan. Pada dasarnya setiap manusia memiliki sense of humor dengan kadar yang berbeda-beda. Temukan sense of humormu sendiri, jangan terlalu berharap setiap pembaca akan tertawa membaca novelmu, namun berharaplah duka lara mereka terhibur dengan deritamu atau derita tokoh dalam novelmu, karena pada dasarnya menyuarakan kesialan lewat humor akan membuat orang lain bersyukur. Ternyata ada yang lebih menderita daripada mereka (ide ini sering dijadikan banyak tema dalam novel-novel komedi).

Sebuah kata-kata absurd dari film 3 Idiots – Aamir Khan pas banget dengan situasi ini :
Kita sedih saat teman kita sedih namun kita lebih sedih lagi jika teman kita bahagia.

Jangan dimasukin ke hati ya.
Juga jangan serius mulu
Tapi juga jangan becanda mulu
Daripada bingung, mendingan ngocol dalam novel / cerita komedi.
(Nb : Ini bukan pantun)

Selamat menulis.    


Risa Mutia

5 comments:

  1. Terimakasih tipsnya mba... Ijin share ya mba...

    ReplyDelete
  2. Aku seneng banget sama karya2 Raditya Dika. Lagi belajar juga sih Mba, meski bahasannya dunia emak2 rumah tangga.Hehehe.
    Ditunggu tips2 berikutnya :)

    ReplyDelete
  3. Saya udah nyerah duluan kalo nulis komedi Mak. Udah bawaan orok type serius.

    ReplyDelete
  4. iya mbak bener emang buku-bukunya radit jawara banget buat dipelajari sebagai bahan referensi komedi. Salam kenal mbak saya blogger genre komedi.

    ReplyDelete