14 June 2016

5 TIPS MENULIS NOVEL RELIGI

tips nulis novel
Melanjutkan artikel sebelumnya tentang novel religi masa kini: benarkah bikin ilfil dan menggurui? Kali ini kita akan berbincang tentang tips menulis novel religi.

Novel religi selalu dan akan selalu mendapatkan tempat tersendiri di hati para pembacanya. Tema novel religi memang beragam, mengikuti arus perkembangan zaman, namun pesannya jelas hanya satu, yaitu mengusung ajakan kebaikan. Novel religi adalah dakwah secara halus lewat rangkaian kata-kata dan balutan cerita sarat makna. Harapan akhirnya tentu pembaca maupun penulis menjadi pribadi yang semakin baik setelah membaca karya tersebut, dan bisa membagikan kebaikan tersebut kepada orang-orang dan lingkungan sekitarnya. Lalu, bagaimana menulis sebuah novel religi yang baik, disukai banyak orang dan bisa membawa kebaikan sebagai misi utamanya?

Berikut beberapa tips menulis novel religi :
1.      Membaca dan menyiapkan literatur bertema Islam
Literatur ini tidak melulu dalam bentuk buku-buku, tetapi bisa juga berupa lagu religi atau nasyid, sejarah tokoh – tokoh Islam, novel – novel, cerpen, puisi Islami dan apa saja yang bisa dijadikan bahan untuk memperkaya novel kita. Menulis novel apapun temanya, memang membutuhkan banyak sekali literatur, hanya bedanya dalam novel religi, kita lebih mengkhususkan diri untuk menggali literatur bernafaskan Islam dan meramunya dengan indah ke dalam novel kita.

2.      Menyiapkan kerangka yang solid terutama untuk penokohan, setting cerita, tema dan konflik hingga penyelesaian konflik
Ide dasar dan misi yang diusung dalam sebuah novel religi harus menjadi landasan utama dalam penulisan novel tersebut. Setelah mendapatkan ide dasar dan tujuan pembuatan novel, bangunlah penokohan yang menarik, karakter-karakter yang bisa menjadi panutan pembaca dengan segala kebaikan yang dimilikinya dan juga keterbatasannya, namun tetap lekat dengan sikap humanisme, atau dengan kata lain, tokoh tersebut harus hidup, tidak sempurna karena tidak ada manusia yang sempurna namun dengan ketidaksempurnaaannya tersebut tetap bisa menjadi pribadi yang baik dan menyelesaikan segala konflik yang ada. Buat juga tokoh antagonis yang tidak melulu jahat, namun ada alasan mengapa ia menjadi jahat, hingga tokoh yang abu-abu untuk menambah semarak cerita.

Seting cerita religi bisa dimana saja. Namun kebanyakan novel religi mengangkat setting di negara dengan penganut Islam yang mayoritas. Namun di wilayah dengan muslim minoritas pun, setting novel religi tetap bisa  ditulis.

Apapun pilihanmu, yang penting ide cerita tersebut unik dan memiliki diferensiasi dengan   novel-novel yang sudah ada sebelumnya. Salah satu daya tarik yang muncul pertama kali ketika kita melihat sebuah buku adalah keunikan. Jadi usahakan membuat novel religi yang unik namun tetap berpijak pada konsep dasar sebuah novel religi.

3.      Perhatikan rambu-rambu penulisan novel religi
Agar lulus sensor di pihak penerbit, novel religi memiliki sejumlah aturan yang harus diikuti. Selain penggunaan bahasa yang baik dan santun, novel religi juga harus memperhatikan hubungan antar tokoh yang tidak boleh melanggar aturan Islam. Tidak ada istilah pacaran sebelum nikah dan hubungan terlarang lainnya. Kalau pun ada hubungan cinta antar tokoh, sedapat mungkin digambarkan sesuai aturan Islam.

Dialog dan jalan cerita yang terbangun pun tidak boleh menjurus kepada hal-hal yang negatif. Semua ide dan jalan cerita harus tetap mengusung dan berpegang teguh kepada tujuan utama penulisan novel yaitu ajakan kepada kebaikan.

4.      Cari tahu keinginan pembaca  
Pembaca novel religi menginginkan pencerahan ketika membaca novel religi. Pencerahan ini berarti juga pembelajaran tentang hidup, bagaimana mengatasi masalah dengan cara yang diridhai Allah hingga pesan kebaikan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi buatlah sebuah novel religi yang menyentuh, mengandung pesan yang jelas, penyelesaian masalah dengan cara yang bijak dan sesuai koridor agama Islam serta bisa diambil nilai moralnya. 

5.      Menulislah dengan hati
Tips terakhir ini berlaku untuk semua jenis novel apalagi ketika menulis novel religi. Menjadi bestseller, mendapatkan royalti berlimpah bukan tujuan utama penulisan novel religi. Itu semua hanya bonus dan rewards. Yang terpenting adalah berdakwah dan mendapatkan kepuasan batin serta spiritual, ketika pesan yang kita usung dalam novel religi sampai ke hati pembaca dan membawa perubahan positif di kehidupan pembacanya. Inilah yang terpenting.

Menulis novel religi adalah sarana yang baik untuk berdakwah. Bahasa yang halus, santun, pesan moral yang jelas, pembelajaran dalam kehidupan hingga ayat-ayat Qauniyah yang tersebar di seluruh penjuru jagad raya yang kita masukkan dalam novel religi, bisa langsung menyentuh hati pembaca yang memiliki hati yang baik dengan tujuan hidup yang baik pula. Jadi jangan ragu unTuk menulis novel religi dan mulailah berbagi kebaikan lewat novel religimu ya.

Selamat menulis :)

*******

Risa Mutia

1 comment: