14 August 2016

10 TIPS MENULIS NOVEL HOROR

10 TIPS MENULIS NOVEL HOROR
Stephen King, Abdullah Harahap, Edgar Allan Poe, James Herbert hingga penulis novel horor remaja R.L. Stine adalah sederet nama – nama penulis yang dikenal lewat novel-novel horor mereka. Genre horor adalah sebuah genre yang tak lekang dimakan zaman karena keberadaan novel dengan genre ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan masih akan terus disukai hingga kini dan seterusnya.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan novel horor?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, horor bermakna sesuatu yang menimbulkan perasaan ngeri atau takut yang amat sangat dan tentunya novel horor adalah sebuah novel yang memuat cerita yang menimbulkan perasaan takut dan kengerian kepada pembacanya.

Ciri-ciri utama sebuah novel horor adalah sebagai berikut :
1.         Memuat kisah-kisah mencekam (bisa tentang makhluk halus/alam gaib, pembunuhan, hal-hal di luar nalar manusia) yang bisa berdasar kisah nyata atau khayalan sang penulis
2.    Menimbulkan perasaan ngeri/takut kepada pembacanya. Sebuah novel walaupun memuat cerita setan di dalamnya belum tentu sebuah cerita horor
3.   Seringkali memuat ending yang menggantung atau sad ending misalnya dengan terbunuhnya beberapa tokoh dalam novel tersebut

Terus bagaimana tips-tips menulis novel horor sehingga tujuan utama sang penulis untuk menimbulkan sebuah perasaan terteror/mencekam terhadap pembacanya tercapai? 

1.      Bacalah (tontonlah) karya-karya novel horor terutama yang sudah diangkat ke layar lebar
Contohnya : The Exorcist, The Ring, Abraham Lincoln: Vampire Hunter, The Haunting of Hill House dan  Rosemary’s Baby.
Ada juga serial horor remaja berseri seperti R.L. Stine : Fear Street juga film – film horor dari Korea, Jepang dan Thailand dengan ciri khas penceritaan dan penggambaran yang berbeda-beda.
Usahakan membaca/menonton cerita horor dengan tema yang berbeda – beda karena cerita horor sangat banyak versinya.

2.     Cerita horor seringkali diangkat dari kisah nyata. Cobalah menulis cerita dari kisah-kisah nyata yang pernah dialami oleh kita atau orang-orang di sekitar kita. Masih ingat dengan Kisah Keluarga Tak Kasat Mata yang ditulis oleh Genta dan dimuat di Kaskus. Karena banyaknya yang suka dan penasaran dengan cerita tersebut, akhirnya cerita tersebut diangkat menjadi sebuah novel.  Kita juga bisa menulis cerita secara bersambung di situs – situs yang memungkinkan pembaca untuk merespon cara bertutur kita. Para pembaca di situs tersebut biasanya jujur dan apa adanya dalam menilai tulisan kita. Siapa tahu, karya kita disukai dan bisa diangkat menjadi sebuah novel bahkan film.

3.         Cerita horor menampilkan unsur terbesar berupa perasaan mencekam dan ketakutan. Cari tahu tentang hal-hal yang menakutkan bagi kebanyakan orang dan jadikan ketakutan itu berlipat ganda dalam cerita kita.

4.      Kisah horor memiliki sisi yang mungkin terlihat tak masuk akal bagi logika kita. Cobalah untuk menyelami sebuah dunia tak terlihat namun ada di sekitar kita namun tetap berpegang teguh agar tak terjebak kepada kepercayaan bahwa mereka lebih kuat daripada kita karena tetap kita harus bergantung sepenuhnya kepada Zat Yang Maha Tinggi. Jadi amanat utama dari sebuah cerita horor tetaplah bahwasanya walaupun kita hidup berdampingan dengan mereka dan kadang mereka mengganggu kita namun rasa takut itu tidak boleh mengalahkan rasa bergantung kita terhadap Zat Yang Maha Tinggi tersebut.

5.      Ada beberapa film horor yang kadangkala memasukkan unsur sensual dalam film mereka. Jangan pernah terjebak dengan pakem ini. Tetaplah miliki moral dan percaya bahwa kekuatan cerita yang kita tulis bukan tergantung dari unsur sensual yang seringkali sangat mengganggu untuk ditampilkan.

6.        Cerita horor terutama yang mengusung tema pembunuhan berkaitan erat dengan dunia psikolog dan kriminologi. Jika ingin mengangkat cerita horor tentang pembunuhan, pelajari juga tentang hal-hal tersebut terutama sisi kelam si tokoh yang berperan sebagai pembunuh dari cerita tersebut. Sisi kegilaan yang mendorongnya untuk melakukan pembunuhan dan latar belakang psikologis yang membuatnya melakukan hal tersebut. Tetap ada alasan atau latar belakang yang melatarbelakangi sebuah kegilaan. Hal-hal logis tetap dibutuhkan untuk bisa menampilkan seorang tokoh pembunuh yang sempurna.

7.         Jika mengangkat cerita horor dengan tokoh antagonisnya berupa makhluk yang bukan manusia, usahakan memberikan deskripsi kuat tentang penggambaran makhluk tersebut, bagaimana terornya mempengaruhi kehidupan sang tokoh utama dan tokoh-tokoh pembantu dalam cerita kita tersebut.

8.      Cerita horor juga mengandalkan detil kejadian dan penggambaran tempat kejadian yang menakutkan. Misalnya tentang bagaimana detil pembunuhan terhadap korban yang dilakukan oleh tokoh antagonis. Namun jangan terjebak dengan detil yang monoton. Cobalah memperkaya visualisasi pembaca dengan detil yang kaya dan bermacam-macam agar cerita kita tak gampang ditebak.

9.      Kebanyakan tokoh dalam novel horor terus-menerus mengalami peristiwa buruk dan menakutkan termasuk pengambilan keputusan yang salah yang mengakibatkan situasinya semakin buruk namun tetap berikan jeda untuk mengambil nafas dan atur ritme teror yang terjadi pada tokoh utama dengan baik agar pembaca tak kehilangan momen.

10.   Twist ending adalah salah satu tipe ending yang sering dipakai oleh penulis novel horor. Pelajari tentang bagaimana menggiring pembaca pada akhir yang berbeda dengan dugaan akhir yang mereka yakini dari awal cerita. Hal ini akan membawa pembaca akan terus terbawa-bawa dengan cerita kita dan berpikir ulang walaupun telah selesai dengan cerita tersebut.
Contoh film dengan twist ending : Shutter Island, The Others, The Six Sense
   
 Novel horor termasuk novel dengan genre yang cukup sulit untuk ditulis. Tantangan terbesarnya adalah menciptakan ketakutan yang bisa membuat pembacanya terus bergidik walaupun telah selesai membaca novel tersebut.
       
 Kenali rasa takut itu sendiri, hadirkan dia dalam bentuk kata-kata yang mencekam dan biarkan tangan kita menuntun kita merangkai novel horor terseram yang pernah diciptakan.
Selamat menulis.

Risa Mutia


Sumber :
Id.m.wikihow.com
Berbagai sumber lainnya
  

2 comments:

  1. Wah, banyak hal ya harus diperhatikan. Saya belum bisa menulis fiksi. Paling membaca, tapi nggak berani kalau harus membaca novel misteri.
    Suka penasaran aja, kok bisa ya orang menulis cerita horor.

    ReplyDelete
  2. Wah, banyak hal ya harus diperhatikan. Saya belum bisa menulis fiksi. Paling membaca, tapi nggak berani kalau harus membaca novel misteri.
    Suka penasaran aja, kok bisa ya orang menulis cerita horor.

    ReplyDelete