29 April 2016

MENGASAH NILAI RASA – SENSE OF WRITING

MENGASAH NILAI RASA – SENSE OF WRITING
Untuk menghasilkan tulisan yang mengena di hati pembaca, meninggalkan kesan yang dalam dan tak terlupakan bukanlah perkara mudah. Jam terbang tinggi dalam membaca dan berlatih adalah hal penting untuk mencapainya. Namun masih ada sebuah rahasia lagi yang dimiliki para penulis besar di dunia ini ketika menghasilkan karya-karya mereka.


Apakah itu ?

Jawabannya adalah : meletakkan rasa di dalam tulisan mereka. Tulisan adalah kejujuran. Tulisan akan hidup dan berbicara kepada pembacanya jika mereka diberikan unsur kehidupan, yaitu rasa itu sendiri. Ketika kita menulis maka akan tercipta sebuah sejarah baru, sejarah bahwa kita ada dan dilahirkan di muka bumi, menciptakan sesuatu yang akan dilihat bahkan dikenang oleh generasi penerus kita dan menjadikan tulisan kita, goresan tinta kita sebagai sebuah warisan…

Warisan bukan hanya tentang harta dan benda, warisan adalah tentang mewarisi kebaikan dalam keilmuan yang terangkai indah, masuk ke hati generasi penerus kita dan bisa dijadikan inspirasi, pembelajaran dan motivasi bagi kebaikan kehidupan mereka kelak.

Jadi, bagaimana mengasah nilai rasa – sense of writing untuk menghasilkan sebuah tulisan yang bisa menjadi warisan berharga bagi generasi penerus kita, berikut beberapa tipsnya ;

1.         Rajin – rajinlah membaca karya sastra dengan nilai rasa yang tinggi
Ketika kita membaca, kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh penulis. Dalam karya sastra bernilai rasa tinggi, jika penulis bercerita tentang kepedihan, kita meneteskan airmata, penulis bersuka cita, kita tertawa, kita terhanyut dan terbawa seolah dunia penulis adalah dunia kita.

2.         Membuat puisi
Puisi adalah sebuah rangkaian kata yang efektif dalam mengasah sense of writing. Puisi umumnya singkat tetapi dalam rangkaian kata yang singkat namun padat itu, puisi harus mencakup berbagai hal yang diwakilinya. Kecerdasan dalam menulis puisi akan mengasah nilai rasa secara signifikan.

 3.         Menonton film yang cerdas dan menguras emosi
Banyak film atau serial yang dibuat dengan filosofis kehidupan yang sangat baik. Banyak pula program acara yang dibuat dengan tujuan untuk menshare kisah hidup tokoh secara dramatis.  Menonton melibatkan banyak panca indera di dalamnya. Ketika kita menonton secara visual dan mendengarkan secara audio, maka hati dan otak kita akan lebih mudah mengingatnya. Proses penyerapan nilai dari sebuah tontonan yang baik tersebut akan mengasah sense of writing kita.

4.         Banyak melihat keindahan alam
Alam dan seluruh isinya diciptakan dengan seluruh keindahan dan keharmonisan yang sangat luar biasa.  Menyaksikan penciptaan tersebut dengan seluruh panca indera kita disertai pemaknaan yang dalam tentang hakikat penciptaan itu sendiri akan membumbungkan nilai rasa kita ke level yang tinggi.

5.         Mendahulukan otak kanan dibanding otak kiri
Otak kanan yang erat kaitannya dengan kreativitas bisa mengalirkan rangkaian kata-kata langsung dari hati. Sedangkan otak kiri yang sistematis diperlukan ketika proses editing. Pisahkan kedua hal tersebut dan jangan khawatir tentang hal – hal teknis ketika otak kanan kita bekerja. Asahlah kemampuan otak kanan  kita maka secara langsung, sense of writing kita pun akan terasah.

Baca juga : Emosi Dalam Menulis

6.         Memberi kado kepada orang lain
Hal ini terlihat sederhana. Namun kado bukan hanya tentang sebuah barang yang dibungkus kertas warna – warni dan diberikan ketika seseorang berulang tahun. Kado disini juga harus melibatkan nilai rasa. Berikan kado tidak hanya ketika ulang tahun, namun  kado di berbagai momen, disertai kata-kata puitis yang dibuat secara spesial untuk seseorang yang juga spesial dari lingkungan keluarga dan teman-teman kita. 

7.      Melihat berbagai kehidupan orang – orang yang  bisa mewakili nilai rasa mulai dari yang sedih hingga bahagia
Termasuk di sini mendengarkan curhat seseorang dan secara aktif berempati secara jujur terhadap setiap kesulitan dan kebahagiaan yang dialami seseorang.  Banyak – banyaklah menjalin komunikasi dengan orang – orang dari berbagai latar belakang sehingga bisa memperkaya nilai rasa yang kita miliki.

Sense of writing adalah tentang menulis dengan hati sehingga tulisan yang sampai ke pembaca juga sampai ke hatinya. Dengan demikian, tulisan kita tidak hanya akan menjadi sampah yang mencemari bumi dengan kata – kata kosong tak bermutu, namun tulisan kita akan menjadi sejarah dan warisan yang selalu bisa dimaknai dngan baik oleh generasi penerus kita. Wariskanlah kebaikan dengan rangkaian kata indah, merasuk relung hati dan menyampaikan pesan terdalam tentang makna kehidupan lewat tulisan kita. Selamat menulis.

*******

Riawani Elyta
Risa Mutia

2 comments: