Dalam sebuah
karya tulis baik fiksi maupun non fiksi, kita sering menemukan puisi, lagu dan
kalimat bijak yang diselipkan untuk mempercantik sekaligus menguatkan kesan
rasa bagi pembaca. Kali ini Smart Writer
akan mengajak kamu
menyelami keindahan puisi, lagu dan kalimat bijak dan bagaimana menyelipkannya
dalam karya tulis yang kamu
tulis.
A. Puisi
Puisi berasal dari
bahasa Yunani yaitu poet,
bermakna orang yang mencipta sesuatu lewat imajinasi pribadi (Wikipedia).
Puisi adalah karya
sastra hasil ungkapan pemikiran dan perasaan manusia yang bahasanya terikat
oleh irama, matra, rima, penyusunan lirik dan bait serta penuh dengan makna.
Puisi mengutamakan bunyi, bentuk dan juga makna yang hendak disampaikan. Suatu
karya puisi yang baik memiliki makna yang mendalam, makna yang diungkapkan
dengan memadatkan segala unsur bahasa. Bahasa pada puisi menggunakan bahasa
yang ringkas namun penuh makna dan
mengandung banyak pengertian (www.softilmu.com).
Dalam sebuah karya
sastra, puisi sering dijadikan prolog dan atau epilog baik diselipkan dalam bab
atau menjadi prolog dan epilog keseluruhan isi buku. Berikut beberapa fungsi
puisi dalam sebuah karya sastra :
1. Menguatkan
atau sebagai penegasan dari tulisan yang kita buat
2. Mempercantik
keseluruhan isi tulisan dengan memberi sentuhan seni tulis kaya makna
3. Menyampaikan
makna tersirat dari tulisan
4. Menimbulkan
kesan rasa bagi pembaca
5. Memperhalus
pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca
Setelah menulis sebuah tulisan, ada
kalanya kamu merasa ada sesuatu
yang kurang, semacam perasaan bahwa pesan yang ingin Kamu sampaikan kurang kuat.
Puisi bisa mewakili dan membantumu menyampaikan maksudmu tersebut. lalu
bagaimana menempatkan puisi agar bisa mempercantik tulisanmu ?
Berikut tips-tips dari Smart Writer :
1. Bacalah
keseluruhan isi karya tulismu, gambarkan keseluruhan amanat yang ada di
pikiranmu.
2. Buatlah
sebuah puisi yang mewakili isi dari tulisanmu.
Untuk
membuat puisi, tentu kamu
harus mengonsep dan menuangkannya dalam lembaran tersendiri. Setelah dirasa
cocok, baru gabungkan dalam karya tulismu.
Jika
kamu menempatkan puisi di awal tulisan, maka puisi tersebut merupakan pengantar
dari tulisanmu tetapi jika kamu tempatkan di akhir tulisan, maka puisi tersebut
biasanya merupakan semacam penguat kesimpulan dari isi tulisanmu.
3. Perhatikan
porsi penempatan puisi dalam karya sastra.
Ditinjau dari jenis tulisan, secara umum
kita mengenal dua jenis, yaitu fiksi dan non fiksi. Jika dalam nonfiksi yang
menggunakan bahasa baku, maka puisi jarang diselipkan, namun jika nonfiksi dengan
bahasa sehari-hari dimana penulis seolah bercakap-cakap dengan santai kepada
pembaca, maka puisi bisa diselipkan
di beberapa bagian tulisan namun penggunaan puisi dibatasi tidak terlalu banyak.
Dua sampai tiga dianggap ideal dari keseluruhan isi buku. Panjang puisi disini
juga harus diperhatikan. Dua sampai tiga bait dianggap cukup untuk mewakili isi
dari karya tulis nonfiksimu.
Sedangkan
dalam karya sastra fiksi, kamu
bisa menyelipkan banyak puisi singkat bahkan di tengah-tengah tulisan
sekalipun. Puisi di sini
bahkan bisa dijadikan aksesoris misalnya sebagai surat antar tokoh dalam karya
fiksi. Perhatikan juga jika kamu ingin menyelipkan banyak puisi, maka usahakan
batasi panjang puisimu. Jangan sampai menggunakan puisi yang panjang-panjang di
berbagai tempat karena akan mengurangi keindahan karya satra fiksi tulisanmu. Puisi yang diselipkan dalam tulisan fiksi pun
ditulis seolah mewakili perasaan hati si tokoh dan harus disesuaikan dengan
karakter tokoh dalam ceritamu ya.
Berikut contoh
penyelipan puisi dalam sebuah buku non fiksi
Cantik…kuremuk segenap
jiwa
Kupangkas segenap rasa
Kusinsing segala upaya
Kuberlari mencarimu,
mengejarmu
Di setiap lembah
kusingkir duri
Di setiap onak kusibak
badai
Namun, apa daya…dirimu
tak jua hadir
Bahkan bayangmu pun
enggan menyapa
Duhai Pengusik
Cintaku…
Kemana lagi harus
kulebur rindu ini?
Lalu sebisik suara
menyentuhku
Lihat, lihatlah aku
disini
Mengapa kau lelah
mencariku
Aku disini menunggumu
Dan, kuterpana pada
ruang hatiku sendiri yang
Berbisik
Tampak kau disana
Dengan senyum membuka
sayapmu
Lalu memelukku
Puisi ini diselipkan
sebelum prolog dalam buku 99% CASSH
karya Riawani Elyta, Risa Mutia, dr. Maya Suryanti dkk. Sebuah buku yang
membahas tentang makna cantik dan berbagai tips untuk mencapai makna kecantikan
sesungguhnya.
Dalam buku ini hanya
diselipkan satu buah puisi untuk mewakili keseluruhan isi buku sehingga puisi
yang diselipkan bisa cukup panjang. Puisi ini merupakan pengantar isi buku secara
garis besar sehingga pembaca bisa menangkap tujuan penulisan buku.
B. Lagu
Dalam banyak karya
sastra, penambahan syair-syair atau lirik lagu sering diselipkan. Seolah bagai soundtrack yang mengiringi sebuah film,
begitu juga fungsi lagu dalam sebuah tulisan. Banyak lagu dari berbagai jaman
yang bisa kamu gunakan untuk mempercantik dan memberi sentuhan untuk membawa
pembaca karyamu untuk lebur dalam rangkaian kalimat yang kamu jalin.
Berikut
beberapa tips dari Smart Writer
tentang bagaiamana
menyelipkan lagu dalam tulisanmu :
1. Pilihlah
lagu yang sudah dikenal luas dan dikenal baik dari segmen pembaca yang kamu
tuju
2. Kamu
bisa memasukkan seluruh lirik lagu ataupun memenggal lirik lagu yang akan kamu
gunakan, tetapi pastikan menulis judul lagu, penyanyi bahkan pencipta lagu
tersebut untuk menghormati karya cipta dari lagu tersebut
3. Jika
kamu menyelipkan lagu
dalam tulisan nonfiksi modern, maka berikan semacam pengantar agar pembaca
tidak merasa terkejut dengan selipan lagu di tengah-tengah tulisan. Misalnya setelah
kamu memberi ulasan
panjang lebar dari sebuah tema, maka kamu
bisa menuliskan misalnya seperti contoh di bawah ini :
…..Hmm, kita sudah
membahas panjang lebar tentang manfaat memberi. mari rehat sejenak yuk. ada
sebuah lagu indah milik…….yang judulnya………
Tiap kali mendengar
lagu ini, saya menjadi
semakin menyadari pentingnya untuk selalu berbagi.
Setelah memberikan pengantar, maka kamu bisa menulis lirik lagu yang kamu maksud.
Hampir senada dengan
karya nonfiksi, dalam karya fiksi pun, kamu
bisa memberikan pengantar dari penyelipan sebuah lagu. Bedanya pengantar di sini tidak mewakili
penulis melainkan mewakili tokoh dalam cerita yang kamu buat.
Pada akhir mozaik 15,
novel Edensor karya Andrea Hirata,
diselipkan penggalan lirik lagu Snow on The Sahara milik penyanyi Anggun
C.Sasmi.
…kami sering iseng
menanyakan pada orang Prancis apakah mereka mengenal Anggun.”La Neige au
Sahara!” pekik mereka. Semua orang menegnal perempuan Jakarta nan hebat itu.
Jika aku belajar sampai dini hari dan radio-radio FM Paris mengudarakan lagu
“La Niege au Sahara” aku berhenti membaca, kututup bukuku, kupejamkan mataku.
si la poussiere tes reves de lumiere
je serai la tune, ton
repere
et si le soleil nous
brule
je prierai qui tu voudras
pour que tombe la
neigi au Sahara
jika harapanmu hancur
berkeping – keeping
aku akan menjadi bulan
yang menerangi jalanmu
matahari bisa membutakan
matamu
aku akan berdoa pada
langit
agar salju berderai di
Sahara
suara anggun membawaku
melayang. Aku teringat akan bangsaku…………..dan
seterusnya
Di sini penulis
menggambarkan bagaimana situasi rasa sehingga penggalan lirik lagu yang
diselipkan pada tulisannya menguatkan apa yang dirasakan dan mengajak pembaca
semakin lebur dalam cerita yang dibaca.
C. Kalimat
bijak
Pada beberapa buku
terutama buku non fiksi,
sering kita temui kalimat bijak atau kutipan dari kata-kata tokoh yang telah dikenal
luas dan digunakan juga sebagai
penguat dari isi tulisan secara umum. Penempatan kalimat bijak ini umumnya di
awal atau akhir uraian dari sebuah bab.
Berikut tips-tips menyempilkan kalimat
bijak pada sebuah buku :
1. Carilah
kalimat bijak yang benar – benar mewakili isi uraian
2. Tuliskan
nama tokoh tersebut di bawah kutipan tersebut dan jika tokoh tidak dikenal
cukup tuliskan anonim
Tetapi
jika itu kalimat bijakmu sendiri, kamu
tidak perlu menuliskan asal muasal kutipan tersebut
3. Usahakan
kalimat bijak tersebut tidak terlalu panjang namun memberikan kesan yang
dahsyat sebagai pengantar atau penutup dari sebuah uraian.
Berikut beberapa contoh kalimat bijak yang terdapat dalam buku nonfiksi
terbaru karya Riawani Elyta dan Shabrina WS berjudul Karena Hidup Hanyalah
Sebuah Persinggahan, dimana hampir seluruh kalimat-kalimat bijak dalam buku
tersebut, adalah karya kedua penulis sendiri :
“Di jalan terjal berliku,
air mata hanya akan mengaburkan langkahmu“
“Sejauh apapun engkau berjalan,
keluarga adalah rumah terindah untuk kembali pulang”
“Terlalu sibuk menilai jalan orang lain
akan melalaikanmu terhadap langkah sendiri”
Sempilan
puisi, lagu dan kalimat bijak bisa
membuat tulisanmu
semakin bernilai, jadi jangan ragu untuk memberi sentuhan – sentuhan khasmu dengan
porsi yang pas. Ini akan menjadikan bukumu sarat
makna nan indah untuk dipersembahkan kepada seluruh pembaca di luar sana.
*******
Riawani Elyta
Risa Mutia
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete