![]() |
Treasure Bay, Bintan |
Dengan berkembangnya literasi digital, di satu sisi, memang berdampak pada media cetak yang bertumbangan. Namun, di sisi lain, media
online tumbuh bak jamur di musim hujan. Dan penulis pun bisa menyuarakan
tulisan melalui media pribadi, atau blog.
Meskipun media pribadi, blog juga memiliki beragam genre, mulai dari genre umum yang membahas beragam topik atau biasa disebut
lifestyle, hingga yang spesifik membahas bidang tertentu seperti kecantikan, kuliner,
teknologi, resensi, inspirasi dan masih banyak lagi.
Blog sendiri kini menjadi sarana
ampuh untuk mempromosikan usaha sehingga banyak pengusaha yang menyewa
jasa blogger untuk mempromosikan usaha mereka. Promosi ini banyak bentuknya,
salah satunya dengan review tentang produk atau
tempat yang ingin dipromosikan. Misalnya saja review destinasi wisata.
Indonesia merupakan negara yang sektor pariwisatanya menjadi andalan dan
menjadi penyumbang devisa yang besar. Sehingga artikel yang mereview destinasi
wisata, selalu menjadi artikel yang diminati karena bisa menjadi referensi
ketika seseorang merencanakan liburan mereka.
Secara umum ada dua jenis artikel
yang membahas tentang suatu destinasi wisata. Yang pertama adalah yang mereview
destinasi wisata di sebuah kawasan dan yang kedua membahas tentang kegiatan apa
saja yang bisa dilakukan di sebuah kawasan wisata atau kota tujuan.
Kamu termasuk penulis yang suka
menulis review destinasi wisata di blog kamu? Berikut Smart Wwriter
sajikan tipsnya buat kamu.
1. Gunakan bahasa yang santai
Menulis
review tempat wisata ibarat berbincang dan bercerita kepada sahabat tentang
pengalaman berwisata. Jadi, bahasa yang digunakan sebaiknya tidak terlalu formal dan kaku.
Seseorang
yang ingin merencanakan berlibur ke sebuah destinasi wisata memerlukan
referensi yang ditulis dengan santai. Karena tujuan berlibur sendiri adalah
bersantai. Jangan sampai referensi tersebut malah menambah beban pikiran yang
membaca.
Review
tempat wisata yang berangkat dari pengalaman pribadi akan memberikan nilai
tambah bagi pembaca. Karena kita menulis berdasarkan pengamatan langsung
sehingga lebih terasa nyata. Jika kamu tidak memiliki pengalaman langsung berkunjung
ke sebuah destinasi wisata tetapi harus atau ingin menulis review tentangnya,
usahakan memiliki referensi atau sumber bacaan yang lengkap dan detil. Dengan
begitu review tersebut akan terasa meyakinkan.
Beberapa hal
yang biasanya masuk ke dalam review destinasi wisata meliputi :
- akses menuju lokasi tersebut
- kendaraan yang bisa digunakan
- berapa lama waktu perjalanan
- informasi penyewaan kendaraan untuk menuju destinasi wisata
- Kamu juga bisa melengkapi dengan apakah destinasi wisata tersebut ramah anak dan ramah lansia
- Fasilitas yang ada di tempat tersebut seperti tempat ibadah, kamar mandi dan toilet, rumah makan dan wahana bermain yang ada
- Biaya tiket masuk jika memang dikenakan biaya
- Informasi penginapan terdekat
- Jam buka dan tutup
Kita pernah
mendengar istilah bahwa foto atau gambar berbicara lebih banyak daripada kata –
kata. Review tempat wisata tak akan lengkap tanpa foto atau gambar yang
menarik. Gambar dan foto ini akan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus
referensi bagi pembaca untuk memutuskan apakah akan mengunjungi sebuah
destinasi wisata yang kita review.
Gunakan
beberapa foto dan gambar yang menarik sehingga pembaca akan mendapatkan
gambaran lengkap dan utuh tentang destinasi wisata yang kita tuliskan.
5. Lengkapi dengan kelebihan dan kekurangan destinasi wisata tersebut
Tulislah
review dengan seobjektif mungkin. Walaupun kita diharuskan menonjolkan
keunggulan sebuah destinasi wisata, kejujuran dari review akan memberikan nilai tambah tersendiri.
Saat
menuliskan pengalaman pribadi, saat mengalami hal – hal yang harus diantisipasi
calon pengunjung, tentunya boleh diceritakan. Hal ini pada
dasarnya tidak akan mengurangi niat dari calon pengunjung untuk mendatangi
sebuah destinasi wisata. Malahan calon pengunjung akan berterima kasih karena
telah diberikan gambaran yang lengkap, disajikan dari berbagai aspek sehingga
mereka bisa memberi penilaian objektif.
Semakin
detil dan lengkap sebuah review, maka artikel tersebut akan makin bernilai. Dan
yang tak kalah penting adalah pemilihan judul yang menarik, dan nilai manfaat yang
bisa kita berikan dari apa yang kita tulis.
Mari menulis untuk berbagi manfaat.
Sumber gambar : dokumentasi pribadi
wah terima kasih buat ilmunya mbak, kebetulan tulisan saya yg travelling pageviewnya kurang oke, perlu di contoh nih tipsnya
ReplyDeletenah ini pas banget, karena aku tuh paling susah bercerita soal pengalaman traveling, awalnya merasa ingin semua disa,paikan, lalu sampe lupanya dan udah deh kadaluarsa duluan hehe.
ReplyDeleteKeren kak foto fotonya. bisa memnjakan mata, pingin rasanya aku kesana. emang yah meriview temoat tuh harus sangat jelas karna kadang yang jauh tuh kasian kalau nggak sesuai
ReplyDeleteNah kalo berdasarkan pengalaman pribadi ceritanya bernyawa, berasa hidup yaaa. Ku sukaaa..
ReplyDeleteAku juga punya blog jalan2. Tapi karena wabah ini terbengkalai, lama nggak update. Lagi ngumpulin semangat lagi. Thank you tipsnya.
ReplyDeleteSaya terus belajar untuk membuat tulisan tentang destinasi wisata lebih baik mbak, tips ini akan diterapkan apalagi membuat gambar yang menarik.
ReplyDeleteMakasih banyak tipsnya mbak, supaya nulis makin semangat dan makin manfaat utk yang baca.
ReplyDeleteMakasih tipsnya kak.. Jadi kangen nulis tentang pengalaman traveling yang panjang dan detail kayak dulu-dulu lagi deeh..
ReplyDeletewah, makasi tips nya mbaa.. aku terkadang bingung mau nulisnya dari mana dulu. hihi.. baca ini jadi tercerahkan..
ReplyDeletethank you so much for the tips and tricks. I should start writing more travel destinations..biar selesai Corona tau mau jalan - jalan ke mana hehehe
ReplyDeletePaling suka kalau baca review tempat wisata kalau ada pengalaman pribadinya. Lebih berasa feelnya. Apalagi kalau ditambah foto yg lengkap. Jd bisa ngebayangin suasananya.
ReplyDeleteYang suka nulis review wisata dan mengikuti tips dalam tulisan ini kalau tulisannya sudah banyak dan dibukukan bisa diterbitkan oleh penerbit mayor. 😍
ReplyDeleteReview tempat wisata emang kudu banyak fotonya ya mba biar menarik. Apalagi kalau berdasarkan pengalaman pribadi, pasti foto kita segudang tuh, siap ditampilkan di blog agar lebih hidup reviewnya.
ReplyDeleteWah mantaps nih makasih nih tulisannya aku suka nulis tentang traveling di blog idajourneys sayang sekarang blm aktif lagi baca ini jadi semangat pengen ngeaktivin lagi ah..
ReplyDeleteaku sendiri termasuk yg suka bgt baca review pribadi. soalnya feelnya lebih dapet jadi kayak kita tuh bisa ngebayangin.
ReplyDeletesama suka yg hasil fotonya bagus, apalagi kalau mereka kasih spot foto yg cucok
Alhamdulilah dapet tips menulis yang kece untuk review dari ahlinya hahaha
ReplyDeletemakasih bun, aku juga kalo foto masih kurang banyak naruhnya dan pengambilannya masih kurang
kudu belajar lagi neh.
terimakasih untuk tipsnya ya mba, berguna banget ketika ingin bikin cerita sehabis jalan2
ReplyDeleteThank you in advance min,
ReplyDeleteHi everyone...
For friends who want news, find out the latest viral news about Indonesia, both in terms of government, natural disasters, crimin
"Join the adventure journey to Raja Ampat and discover the amazing underwater beauty!" for more info visit our website https://sites.google.com/view/nekoinfo/home
ReplyDelete"Explore and preserve nature with ecotourism packages—get discounts on vacations while contributing to the environment!" for complete information visit our website here https://wisata72.livejournal.com/
ReplyDelete